November 12, 2012

Pesta Demokrasi IPB

TAHUN 2012 = TAHUN PEMILU IPB
Tahun 2012 itu tahun spektakulernya IPB loh! Mengapa demikian? Karena satu tahun lagi akan genap berumur 50 tahun, acara MPKMB yang keren banget dan Asya bisa menjadi bagian dari kepanitian tersebut *sujud syukur, oke mulai gak nyambung dengan judulnya --' di lain waktu Insya Allah akan posting tentang MPKMB :P
Ya, fokus kembali. Tahun 2012 itu tahunnya PEMILU! Mengapa demikian? Karena di tahun ini Ketua BEM di Fakultas, TPB, dan diploma dilakukan pemilihan dengan jalan demokrasi yaitu pemungutan suara. Selain itu, Presma dan Wa-Presma IPB pun dilakukan pemilihan juga. Pemilihan tersebut dikenal dengan PEMIRA (Pemilihan Raya). PEMIRA dilaksanakan pada tanggal 7 November 2012 di masing-masing sekretariat PEMIRA. Dan, gak kalah heboh-nya juga yaitu PILREK, Pemilihan Rektor. Pemilihan Rektor ini melibatkan seluruh civitas akademika IPB, MWA, dan disinyalir Mendikbud pun ikut berpartisipasi.

Harapan

"...karena pada siapa lagi saya harus menaruh harapan, Forces 10". 
Mendengar kata tersebut rasanya seperti kata terakhir, ya memang kata terakhir yang diucapkan dari seorang Direktur Forces, Kak Septian Suhandono di saat (mau) pelantikan tapi gak jadi. Kata terakhir ketika akan lengser dalam masa jabatan, kata terakhir akan demisioner, kata terakhir untuk generasi baru Forces 10. Ya, Asya tau bagaimana rasanya akan demisioner, lengser dari jabatan padahal sudah betah banget di dalam sebuah organisasi. Tapi seperti kehidupan yang berputar, ada masa nya generasi baru menggantikan generasi lama yang telah mengecap asam manisnya sebuah kehidupan organisasi. Di malam (rencananya mau) pelantikan ini dibeberkan bagaimana kehidupan Forces. Seperti halnya organisasi sebelumnya yang Asya terjun ke dalamnya bahwa: pasti kamu akan mengalami defisit (keuangan), pasti kamu akan capek, pasti kamu akan membagi waktu santaimu dengan organisasi, dan pasti lainnya yang akan membuat kamu belajar untuk memilih, melatih kesabaran, dan (mungkin) melatih kedewasaan. Ya, semua itu tergantung diri kamu sendiri menyikapi apa yang terjadi dalam hidupmu. 
Menurut mbah google (2012) harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. [1]Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.[2] Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. [1] Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.[2]
Harapan disini menaruh kepercayaan terhadap banyak orang, Forces 10. Harapan untuk memajukan Forces, dan harapan yang pada intinya melanjutkan 'keberadaan' Forces.
Buat apa masuk organisasi yang sudah sempurna dari awal? Lah terus tantangannya apa? I mean semua organisasi pasti punya 'cacat', tapi kan justru 'cacat' itu yang bikin kita semangat (Firdaus 2012).
Langkah para pejuang itu tapaknya berbeda-beda, romannya pun tak sama, tapi tongkatnya dan tujuannya akan selalu sama (Arrantisi 2012).
Dan, dalam kata harapan itu tersirat pertanggungjawaban apa yang telah diucapkan ketika wawancara, komitmen yang telah diniatkan di awal, dan semangat kontribusi nyata untuk membuktikan semua hal tersebut.


ps. Sebenarnya agak galau untuk mengikuti organisasi satunya dan takutnya organisasi yang sebelumnya malah terbengkalai dan gak mau banget kedua hal yang Kak Septian katakan tentang 'ada masanya...' itu terjadi pada saya. Entahlah, masih menimbang-nimbang semua baik, buruk, dan resikonya. Dan (juga) harus lebih memantapkan niat awal masuk organisasi ini! 

November 9, 2012

Useless

Sore ini rasanya useless banget, rasanya bukan apa-apa, rasanya bukan siapa-siapa. Dan, setelah dengar jeritan pilu istighfar itu rasa takut, marah, kesal, dan sedih pun menjalari raga ini. Jeritan itu seperti meng-iya-kan apa yang berkecamuk beberapa puluh menit dan bahkan beberapa jam sebelumnya di akal dan hati yang tak henti bergolak. Hati ingin berkata namun apa daya akal masih tak bisa menerimanya karena segala pertimbangan yang ada. Pertimbangan yang memang mencegah melakukan segala hal yang dirasa tak perlu dilakukan. Bukan hanya omongan belaka tapi sebuah aksi yang memang seharusnya dilakukan. Bukan perdebatan berkepanjangan yang rasanya tak ditemukan titik akhirnya tapi bicara antara hati ke hati yang Insya Allah akan bertemu titik terangnya. Banyak yang harus dipelajari, dipikirkan, dilakukan dengan baik setelah mengumpulkan keberanian utuh dalam diri. Ya, pembelajaran yang begitu berharga dan menyadarkan bahwa jiwa ini masih jauh dari sempurna, jauh sekali. Dan memang sebaiknya harus dicoba untuk dinikmati serta menyusun strategi perang untuk mengakhiri ini dengan baik, bismillahirrahmanirrahim! 

Kabinet Madani #1

Sebelum demisioner, sebelum segala sesuatunya terlambat, sebelum blog ini penuh dengan label lainnya. Izinkan Asya untuk bercerita tentang BEM TPB 48 Kabinet Madani, PSDM, dan segala sesuatunya tentang orang-orang hebat di dalamnya. Inginnya posting semuanya dalam beberapa chapter berbeda. Tapi rasanya semua dalam satu jiwa, satu asa, satu visi, satu misi, satu kesatuan yang tidak bisa dipecah begitu saja. Tapi (lagi) akan sangat panjang sekali apabila menceritakan perjalanan panjang ini dalam satu posting blog, jadi ya bertahap aja oke :D Ah, rasanya tak ingin ada demisioner, berpisah dengan orang-orang hebat, berpisah dengan keluarga ketiga yang super sekali di IPB (pertama lorong dan kedua kelas TPB), berpisah dengan generasi Madani.

Pertemuan pertama itu terjadi di pelataran Graha Widya Wisuda (GWW) pukul 06.00 WIB. Rencana awal pertemuan di Koin IPB tapi berhubung pagi itu mendung dan air sudah tumpah ke bumi akhirnya dipindah ke tempat lain. Pertemuan pertama itu dibuka oleh M. Reza Fahlepi sebagai MC dan Faisal Rahman entah sebagai apa, lupa --' Selanjutnya M. Afif Azhar dengan senyum merekah yang menggantung di wajahnya menyapa anggota keluarga barunya, Kabinet Madani.


November 7, 2012

Hidup itu Pilihan

"Hidup itu PILIHAN. Pilihan menjadi seseorang yang negatif atau seseorang yang positif bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Hidup itu gak bisa netral seperti halnya kita menjadi penengah karena tidak mau mengambil resiko ketika kita memihak seseorang dalam suatu permasalahan".

Hari ini tepatnya bada isya, kami Forces 10 diundang BPH untuk: sounding Forces Limited Day, sounding PIMPI, dan penyampaian motivasi berorganisasi "Why I have to choose?". Hmm  kayaknya bukan sounding tapi hearing kali ya --' Meskipun gak wajib datang tapi Asya pilih datang ke Forces ngerumpi ini karena memang di jarkoman dan pengumuman grupnya ga ada tulisan wajib apa enggak loh ckck kalo misal ga datang kan bisa ngerjain yang lain, jangan diikuti --' Tapi alhamdulillh-nya Asya gak nyesel datang ke acara ini :D Ya, malah rasanya sedikit tertampar dan ngerumpi ini pun telah menjawab beberapa pertanyaan yang mengganggu, berkecamuk dalam hati, jiwa, dan raga akhir-akhir ini, bahasanya ya --'

Oke, kembali ke kalimat pertama dalam paragraf pertama tentang "Hidup itu PILIHAN". Semenjak berorganisasi di Kabinet Madani, mengikuti kepanitiaan dan nge-magang-in generasi baru penerus Madani, kata "Hidup itu PILIHAN" pun sudah tak asing lagi dalam telinga ini. Ya, ketika memilih berorganisasi itu secara gak langsung kita pun akan meninggalkan berbagai kegiatan yang bisa dibilang memanjakan diri sendiri seperti baca novel, rumpi bareng teman asrama atau kost, nonton film dan bahkan tidur seharian. Dan, seperti diingatkan (kembali), masuk Forces ini suatu pilihan. Kalo kata Kak Pajar, seriusan pake huruf P dan J, pilihan itu dipondasi oleh: Pertama yaitu kesabaran. Kesabaran dalam belajar dan melakukan berbagai hal. Kalo gak sabar pasti pekerjaan pun gak akan selesai dengan baik atau bahkan bisa terbengkalai. Kedua yaitu kesahaleh-ah(ditambah untuk yang putri)-an. Keshaleh-ah-an disini tergantung niat awal kita masuk suatu organisasi. Kalo misal niatnya udah gak baik dan di perjalanan pun berubah haluan menjadi tidak baik karena keshaleh-ah-an-nya terkikis. Ketiga yaitu tanggung jawab. Tanggung jawab sangat ditekankan di sebuah organisasi dan bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena tanpanya pekerjaan yang kita lakukan pun akan terbengkalai dan dalam berorganisasi pun bisa saja ia menghilang entah kemana. Keempat yaitu harapan. Harapan yang ditargetkan di awal perjalanan apabila dilupakan akan membuat perjalanan itu bagai mati rasa tanpa arah. Seperti nama Asya yang artinya harapan juga berarti harus punya harapan dan target yang harus dicapai. Bukan cuma tulisan doang tapi aksinya juga #maksanyambungin hhee dan jangan lupa FOKUS TERHADAP PILIHAN YANG TELAH DITETAPKAN! Gak boleh melenceng-lenceng dan apabila melenceng harus sadar (kembali) dan ingatkan (kembali). Saling mengingatkan ya cems :) SEMANGAT! :D 

November 2, 2012

Seminar Pertanian Nasional

Ingin tau bagaimana rumusan pertanian kita langsung dari menterinya? 
Ingin tau bagaimana Jusuf Kalla memandang pertanian? 
Ingin tau bagaimana CEO Martha Tilaar, CEO Kelola Mina Laut, Owner Sabila Farm berdiskusi kiat sukses membangun agroindustri negeri?
Ingin tau bagaimana Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian memandang agroindustri?
Ingin tau inovasi teknologi pertanian terbaik dari mahasiswa dan badan litbang terkait pertanian?

Semua di Seminar Pertanian Nasional
Pekan Inovasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) 2012
Minggu, 18 November 2012 di GWW
segera order tiketnya hanya Rp 20.000,- via Elis (085710953672) atau via twitter @pimpi_IPB

atau datang langsung ke stand kami di Media Center IPB :D

PIMPI 2012 | Agrotechnopreneur untuk Negeri!
pimpi.event.ipb.ac.id | forces.lk.ipb.ac.id

November 1, 2012

Please be My Month, November!

SELAMAT DATANG NOVEMBER :D
dan Selamat Tinggal UTS!

Bulan November, bulan ke-sebelas dan bulan baru untuk memulai dan membuat semangat baru untuk menghadapi UAS! Mungkin efek dari UTS yang sedikit kaget karena soal-soal yang 'mudah' dan harus dijawab dengan super-ekstra. Bukan alasan atau alibi sih sebenarnya tapi mungkin ada salah strategi dalam menghadapi UTS kemarin. Dan yang terpenting adalah HARUS MEMPERBAIKI di SESI UAS ini! 
Oke, kembali ke 'Selamat Datang November'. Biasanya, dulu ketika zaman Asya masih labil, biasanya (lagi) nge-tweet di twitter dan mengetik beberapa kata lalu menambahkan hashtag di belakangnya. Beberapa kata itu bukan sembarang kata tapi sebuah harapan dan target yang ingin dicapai di bulan tersebut. Namun, ada kontroversi, mungkin bisa dibilang seperti itu, yang menyebutkan bahwa sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan. Hal itu disebabkan dapat menimbulkan kecemburuan sosial, ria ataupun sombong dan sebaiknya langsung saja ditujukan kepada Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Mengabulkan Do'a :)Tapi mungkin saja alasan ia melakukan tweet tersebut: semoga para followers nya ikut meng-aamiiin-kan doanya, entahlah.