December 12, 2016

Berdamai dengan Rencana-NYA

Cita-cita Asya yaitu menjadi dosen dan mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, Asya harus memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma/sarjana, dan bahkan lulusan program doktor untuk program pascasarjana.

Mimpi untuk study abroad dimulai ketika Asya masuk ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Asya bercita-cita ingin melanjutkan studi di University of Tokyo (Todai). Namun, semua mulai berubah ketika negara api menyerang #loh. Sensei yang menjadi target pindah dari Todai ke Tohokudai (Tohoku University), karena di Jepang terdapat sistem pertukaran dosen antar universitas. Kesempatan exchange ke Tohokudai pada Oktober 2015 pun mulai mengubah haluan Asya untuk melanjutkan studi di kampus ini. Dengan berbagai pertimbangan, yaitu pengalaman exchange, networking yang telah dijalin, preferensi mamah dan jawaban istikharah yang dilakukan beberapa kali akhirnya Asya pun mengubah rencana Asya menjadi ke Tohokudai.

September 26, 2016

Internship di DRFP LPDP

Gedung Ali Wardhana
Beberapa hari setelah pulang dari Kampung Pare, Asya mendapatkan tawaran untuk internship di LPDP selama tiga bulan oleh seorang teman, katanya di bagian keuangan. Persyaratannya yaitu mengirimkan Curriculum Vitae (CV) untuk di-review oleh bagian SDM dan User. Pada saat itu yang terlintas di pikiran Asya adalah: "ALLAH ingin Asya belajar untuk lebih mengenal LPDP sebelum mendapatkan beasiswanya, in syaa Allah". Setelah berdiskusi dengan beberapa orang terpercaya #tsah akhirnya Asya memberanikan diri untuk mengirimkan CV tersebut.

Lima hari kemudian (21 Juni 2016) mendapatkan kabar dari teman kalo SDM lebih memilih kandidat dari universitas lain dibandingkan Asya. Kecewa? Sedikit. Mungkin memang belum rezekinya Asya. Namun, tiga hari kemudian (24 Juni 2016), Asya mendapatkan telfon dengan kode awalan 021. Mbak Nisa diseberang telfon bilang kalo Asya bisa mulai internship pada hari Senin (27 Juni 2016) dengan menyebutkan dresscode untuk hari Senin. Kaget? Iya! Karena pemberitahuan diawal menyebutkan sebaliknya. Asya coba klarifikasi ke teman Asya dan ia pun tidak tahu dengan berita tersebut.

February 29, 2016

Perjalanan Mendapatkan Beasiswa di Kampus IPB

Pada postingan kali ini, Asya ingin bercerita tentang beasiswa. Bukan tentang tips dan trik nya, tapi lebih ke perjalanan untuk mendapatkannya. Jatuh dan bangunnya.

Sejak masa perkuliahan S1 di Institut Pertanian Bogor (IPB), Asya mendapatkan beasiswa OT (red: orang tua). Dengan latar belakang keluarga yang dibilang cukup serta beasiswa yang rata-rata memberikan persyaratan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), menjadikan Asya cukup sulit mencari beasiswa lain yang sesuai dengan latar belakang Asya. Pun kemampuan akademik yang sedang-sedang saja, ndak kayak sun bright like a diamond #apasihsya, maksudnya IPK nya gak 4,00 menjadikan Asya harus berjuang lebih untuk terus mencoba hingga mendapatkan beasiswa tersebut.

December 31, 2015

#2015bestnine

Ada apa di tahun 2015? Ada banyak hal yang seru! #2015bestnine versi instagram terlalu mainstream karena dinilai berdasarkan likers photo terbanyak. Nggak adil! Hha akhirnya Asya buat #2015bestnine versi Asya. FYI, sudah lama banget gak ngeblog (satu tahun lebih ternyata!). Malam menyambut tahun baru ini, Asya dedikasikan untuk menulis di blog. Ada banyak hal yang telah dilalui untuk diingat dan disyukuri yang selanjutnya dijadikan motivasi untuk melompat lebih tinggi lagi. Yuk, semangat!

April 30, 2014

Happy is Complex

Ketika banyak tugas menanti dan coba connected internet dengan modem sma*tfren tapi tetap gak bisa. Ketika deadline karya tulis menanti dan tetap gak bisa connected internet. Ketika keluar kost sebentar untuk selesaikan administrasi lomba, tetiba hujan dan gak bawa payung. Ketika mau transfer biaya registrasi lalu gak ngerti makna 'pemindah bukuan' dengan sistem ATM Mandiri Syari*h karena newbie. Ketika jadwal kuliah dimajukan menjadi pukul 07.30, sementara tugas tambahan kelompok harus dicari, print karya tulis, burning file, siapkan perlengkapan pengiriman, paketin, dan ke SC ngecap surat dalam waktu 30 menit. Ketika bolak-balik Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa)-FPIK untuk mengakali surat gegara salah jabatan dan Ka Erick minta balik sekali (lagi) ke Ditmawa buat ambil surat sore harinya padahal kondisi masih kuliah, bete banget rasanya sama ka Erick --'

April 7, 2014

Bakti Nusa

Ada 3 cara Allah mengabulkan doa hambaNya
1. Ya, akan dikabulkan sesuai permintaan
2. Ya, tapi bukan sekarang, Allah akan mengabulkan pada waktu yang indah
3. Tidak, karena itu buruk untukmu dan Allah akan memberikan yang lebih baik untukmu

Allah selalu punya cara tersendiri untuk mengabulkan permintaan hambaNYA. Setelah memilah berbagai macam beasiswa yang di dalamnya takut ada hak orang lain yang Asya ambil, setelah mencoba apply berbagai macam beasiswa yang bisa untuk diikuti, setelah mengikuti beberapa kali seleksi, dan akhirnyaaa DIA menunjukan janji yang nyata.

Satu target tahun lalu yang sempat mundur selama empat bulan lamanya akhirnya terealisasi juga. Ya, mendapatkan beasiswa dan pembinaan. Siang itu, dijelaskan akad (hak dan kewajiban) oleh Kak Ach. Wahyu Firman Wahyudi sebagai Fasilitaor Bakti Nusa IPB. Ada banyak hal dan in syaa Allah, Asya siap dan akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

March 26, 2014

Selai Buah Lembaran

Sumber: Dokumentasi Kak Wahyu Ramadhan
Selai yang beredar di pasaran umumnya berbentuk selai oles. Hal ini dianggap kurang praktis dalam penyajiannya sehingga perlu pengembangan bentuk olahan lain, seperti selai lembaran. Selai lembaran lebih praktis dan lebih mudah dalam penyajiannya, sehingga menjadi alternatif utama produk pangan yang dapat dikonsumsi bersama roti untuk sarapan pagi.

Pada zaman modern ini, orang cenderung melakukan kegiatan berdasarkan tingkat kepraktisannya. Semakin tinggi tingkat kepraktisan suatu kegiatan, maka kegiatan tersebut cenderung lebih dominan untuk dipilih. Hal ini pun memiliki kesamaan dengan kegiatan makan roti untuk sarapan pagi. Menurut data Euromonitor, nilai konsumsi roti per kapita masyarakat Indonesia memiliki nilai pertumbuhan tertinggi dibandingkan 11 negara Asia Pasifik lainnya. Nilai konsumsi roti di Indonesia naik 25% pada 2011 menjadi US $1,5 per orang per tahun. Sedangkan, kebutuhan selai dalam mengonsumsi roti memiliki persentase belum terpenuhi sebesar + 80%.

Salah satu biota laut yang potensial untuk dikembangkan adalah rumput laut. Data KKP (2011) menyebutkan ekspor rumput laut Indonesia mengalami peningkatan sebesar 15.12% selama 5 tahun terakhir. Berangkat dari hal itu, Wahyu Ramadhan (Alumni Mahasiswa Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB) memiliki inovasi dengan melakukan pengembangan produk selai menjadi selai lembaran. Produk selai lembaran ini pernah memperoleh juara dalam Lomba Inovasi Produk Perikanan KKP 2011. Namun, pemasaran dan komersialisasi produk ini belum secara maksimal dilakukan sehingga perlu publikasi.