February 4, 2013

Cinta Terkembang di Mahameru

Sumber
Ketika penat menyapa rasanya ingin ku lepaskan segala sesuatunya. Ketika bosan menerkam rasanya ingin ku lakukan sesuatu bersamamu. Kamu tahu? Aku sangat suka melihatmu. Aku suka caramu membuatku tertawa terpingkal-pingkal, aku suka caramu membuatku menangis sejadi-jadinya, aku suka caramu membuatku sangat takut meskipun sebenarnya aku takut dengan cerita yang berbau hantu dan sejenisnya. Tapi lepas dari itu semua aku sangat suka kamu, ya, aku suka kamu, film Indonesia. Hanya sebatas suka, camkan itu. Karena sebagai warga negara yang baik, kita harus suka bukan? Tapi maaf aku tidak cinta ataupun bangga terhadapmu. Aku melihat tingkahmu beberapa tahun terakhir ini dan rasanya kamu mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Kamu membuatku kesal dengan tingkahmu yang sudah mulai diluar batas. Kamu berlakon hanya untuk merasa ada, kamu berlakon hanya untuk memuaskan permintaan pasar atau mungkin kamu berlakon hanya seadanya tanpa mau berusaha lebih baik lagi. Akhirnya, aku tidak suka dan bahkan benci padamu. Tapi rasa itu pupus sudah ketika aku melihatmu bersama keindahan Mahamemeru.
Cerita ini bermula di bulan Desember 2012. Desember adalah bulan keduabelas dan bulan terakhir dalam satu tahun. Bulan Desember adalah bulan liburan dimana bioskop dipenuhi dengan berbagai macam film bagus yang tentu saja cukup membuat kantong kering, khususnya mahasiswa. Di bulan Desember ini film-film terbaik dalam negeri maupun luar negeri bersaing memasuki bioskop. Beberapa film yang bagus dan menarik untuk dilihat yaitu Habibie-Ainun dan 5 cm.

Senja itu, saya bersama ketiga teman saya nekat refreshing duluan. Saya dan salah satu teman saya nonton 5 cm dan kedua teman saya yang lain nonton Habibie-Ainun. Awalnya saya tidak terlalu berniat menonton film Indonesia di bioskop karena harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk film Indonesia yang sering kali mengecewakan. Namun, beberapa teman yang telah menonton film tersebut meyakinkan saya bahwa film ini beda dari yang lainnya. Meskipun masih ada keraguan di hati tapi akhirnya saya meyakinkan diri sendiribahwa mungkin perkataan teman saya itu ada benarnya.
Dua tiket 5 cm sudah ditangan dan kami menunggu cukup lama untuk jam tayang selanjutnya karena jam tayang sebelumnya sudah lewat beberapa puluh menit. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba. Setelah film ini diputar beberapa menit, saya mulai menikmati film ini. Cerita yang mudah ditangkap garis besarnya, yaitu tentang persahabatan, keluarga, dan travelling. Mengapa travelling? Karena sebagian besar film ini bercerita dalam perjalanan menuju puncak Mahameru, salah satu puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Sumber
Sumber
Film 5 cm ini sangat menarik dan enak dilihat bahkan rasanya saya melihat film 5 cm seperti film produksi luar negeri. Keindahan alam Indonesia dalam perjalanan menuju puncak Mahamemeru banyak diperlihatkan dalam film ini. Dan, keindahan Mahameru yang membuat saya bangga karena tersadarkan kembali betapa indahnya kekayaan alam Indonesia. Hamparan awan putih yang biasa disebut negeri di atas awan, matahari terbit, hamparan hijau pepohonan, dan pemandangan Gunung Tengger dan Bromo. Di puncak tertinggi Jawa ini, pendaki dapat menyaksikan fenomena alam yang menarik. Kepulan asap kawah Jonggring Saloko yang sesekali menghembus ke udara dengan ketinggian asap sekitar 5-10 meterSaya kurang tahu bagaimana film ini diproduksi tapi menurut informasi yang saya dapatkan dalam pelatihan jurnalistik, dasar pembuatan film yang bagus adalah fotografi. Hal ini terlihat dari cara pengambilan gambar yang memperlihatkan keindahan alam Indonesia. Hal ini pun dapat mempromosikan keindahan dan kekayaan alam Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia, menumbuhkan rasa cinta, dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga bumi alam Indonesia.
Sumber
Film 5 cm menceritakan tentang arti persahabatan. Lima orang yang memiliki karakter bebeda-beda dan dari perbedaan itu mereka tetap bersatu dan bersahabat. Hal ini dapat kita samakan dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang banyak mengalami kerusuhan dan pertikaian di berbagai daerah akhir-akhir ini. Perbedaan itu sebaiknya dijadikan sebuah persatuan dan kesatuan seperti semboyan negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu jua. Film 5 cm menceritakan tentang mimpi dan harapan. Sesuatu yang rasanya tidak mungkin untuk dicapai seperti halnya mimpi namun di dalamnya kita menaruh optimisme tinggi untuk dapat meraihnya. Rasa optimisme itu akan menghasilkan sebuah harapan. Film ini pun mengajarkan tentang menaruh impian 5 cm di depan kening kita. Fokus terhadap impian tersebut lalu dengan bumbu usaha yang keras, cepat atau lambat impian itu akan berada digenggamanmu.
Sumber
Banyak pesan yang dapat kita ambil maknanya dalam film 5 cm ini. Pelajaran yang mudah diambil pun biasanya dari suatu film. Karena melalui film, masyarakat dapat mengambil pelajaran dengan perasaan terhibur tanpa merasa digurui oleh siapapun. Dan bahkan termotivasi untuk melakukan sesuatu hal yang lebih baik lagi. Harapan saya untuk perfilman Indonesia adalah semoga pembuat film dapat menyatukan hatinya dalam industri film sehingga sebuah film dapat menghargai perasaan penonton, tidak mengesampingkan logika dan hanya memikirkan keuntungan. Selain itu, semoga dapat melanjutkan pembuatan film yang baik, meningkatkan kualitas dan kuantitas film Indonesia hingga seluruh bangsa Indonesia dan mancanegara dapat berdecak kagum melihatnya
Demi rasa cinta terhadap tanah air, demi kekayaan dan keindahan alam yang ada di bumi pertiwi, demi bangsa Indonesia, dan demi indahnya panorama puncak Mahameru, sebagai generasi penerus bangsa patutnya kita tetap menjaga keutuhan negeri tercinta ini dan melanjutkan pendidikan melalui film Indonesia yang baik.
Sumber
NB: Diikutsertakan dalam Lomba Menulis Surat Cinta Untuk Film Indonesia.

No comments:

Post a Comment